Makassar Jadi Percontohan Program RISE Dari Universitas Monash Australia

SULSELNET. COM, MAKASSAR-Makassar terpilih sebagai lokasi percontohan program Revitalising Informal Settlements and their Envireonment (RISE) dari Universitas Monash Australia, Sabtu (29/6/19).

Program RISE yang membahas soal sanitasi ini menjadi persoalan di seluruh dunia. Kepala Disperkim Kota Makassar, Suhartini, ST, mengatakan, Kota Makassar menjadi percontohan masalah sanitasi di seluruh dunia, khususnya kawasan kumuh yang rawan air (Water Sensitive).

Melalui program Revitalising Informal Settlements and Thei Environments (Rise) yang berfokus menangani sanitasi, domestik atau limbah rumah tangga.
Suhartini mengatakan, program tersebut punya keunggulan dibandingkan dengan yang lain. Ia menyebut Rise menyasar objek yang fital.

“Program Rise berbeda dengan program-program sebelumnya yang ada di Makassar. Di samping melakukan pembangunan struktur juga melaksanakan penelitian,” katanya usai memimpin rapat bersama Tim RISE dan SKPD terkait, tentang Regiatrasi Aset dan Lahan Donasi Masyarakat utk Pembangunan Infrastruktur Hijau, di Ruang Rapat Sekda, lantai 9 Gedubg Balaikota Makassar, Jumat 28 Juni 2019.

Adapun peran Pemkot Makassar sebagai respon dan support dalam menyukseskan program RISE tersebut adalah sebagai mediator, baik secara vertikal maupun secara horizontal kepada warga dan para jajaran pemerintah yang ada di wilayah titik yang akan laksanakan.

“Ini kan program dunia, nah tugas kita menjadi mediator, baik kepada OPD terkait maupun kepada masyarakat itu sendiri, ” terang Suhartini.

Dalam rapat bersama dengan Prof. Diego selaku leader intervensi fisik RISE beserta timnya, turut hadir, senior advisor RISE Makassar, Ihsan, Kadis Pertanahan, Balai Penyediaan Infrastruktur Permukiman, BPN Kota Makassar, Bappeda Kota Makassar, Dinas Tata Ruang dan Bangunan, BPKAD Makassar, Camat dan Lurah di 6 lokasi intervensu RISE tahap I, PTSP dan Kadisperkim, Suhartini selaku pimpinan rapat.

Dalam rapat tersebut ada 3 point yang menjadi pokok pembahasan, yang pertam, Presentasi progres program RISE, kemudian, Presentasi progres 6 lokasi intervensi pertama dan yang ketiga terkait kendala dan harapan support Pemerintah Kota Makassar.

Diketahui sebelumnya, mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Danny Pomanto melakukan peletakan batu pertama di Kelurahan Batua, Manggala, Makassar, Rabu (21/11/18).

Peletekan ini dilakukan bersama jajaran direktur program Revitalising Informal Settlements and their Envireonment (RISE) dari Universitas Monash Australia.

Dari keterangan Kadis Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Suhartini, ST menyampaikan, untuk intervensi RISE tahap I (satu) di Kota Makassar, menyasar 6 lokasi dari 15 Kecamatan, lokasinya yakni ;

1. Gampancayya, RT 01/ RW 05 Kel. Tallo, Kec. Tallo

2. Bonelengga, RT 04/RW 05 Kel. Bulurokeng, Kec. Biringkanaya

3. Lempangang, RT 02/RW 03 Kel. Bulurokeng, Kec. Biringkanaya

4. Untia, RT 01 dan 02 , RW 03 dan 04, Kel. Untia, Kec. Biringkanaya

5. Alla’-Alla’, RT 02/RW 03, Kel. Batua, Kec. Manggala

6. Kampung Nelayan Barombong, RT 07/RW 01, Kel. Barombong, Kec. Tamalate.

Silahkan Berkomentar