Polisi Dalami Dugaan Korupsi Pengadaan Broster Diskominfo Makassar

Polrestabes Makassar saat ini tengah mendalami dugaan korupsi pengadaan broster terpadu Dinas Kominfo Makassar.

MAKASSAR, SULSELNET.COM – Penyidik Tipikor Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar saat ini tengah mendalami dugaan korupsi pengadaan brosur berbentuk poster atau broster terpadu di lingkup Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar tahun anggaran 2017.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indraatmoko mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dan bekerjasama dengan BPKP Sulsel guna mengetahui adanya kerugian negara.

“Masih tahap penyelidikan atas laporan masyarakat, sudah berkordinasi dan kerjasama dengan BPKP untuk audit investigasi. Setelah keluar BA (berita acara) bahwa ada kerugian negara baru kita gelar untuk naik ke tahap penyidikan,” paparnya saat dikonfirmasi SULSELNET.COM, Senin (29/7/2019).

Seharusnya hasil audit yang dilakukan BPKP Sulsel, kata dia, sudah ada hasilnya. Sebab, prosesnya telah berlangsung selama setahun.

“Tinggal tunggu hasil audit saja, semua yang terkait sudah kami periksa, PPTK, PPK, bendahara, kontraktor, pokja termasuk kadis,” ungkap perwira polisi berpangkat dua bunga ini.

Diketahui broster berupa lembaran-lembaran poster sebagai media sosialisasi terpadu program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Anggarannya mencapai kurang lebih Rp1,7 miliar melalui APBD tahun 2017 lalu.

Terpisah, Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR mendesak agar BPKP Sulsel segera mengeluarkan hasil penghitungan dugaan kerugian negara pada kasus ini.

Begitu pun dengan hasil audit pada kasus lainnya, seperti pengadaan delapan unit kapal latih kemaritiman Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel.

“Saya harap BPKP tidak berlarut-larut, sehingga proses penyelidikan oleh polisi dapat segera berjalan hingga ditetapkannya tersangka. Pengusutan kasus-kasus korupsi harus terang benderang,” pungkasnya.

Silahkan Berkomentar