Sugali Resmi Dipolisikan Usai Tebar Ujaran Kebencian

Foto:Moh Ramdhan Pomanto dan Kuasa Hukumnya, Akhmad Rianto di Kantor Polrestabes Makassar, Kamis, (8/8).

MAKASSAR, SULSELNET.COM- Anggota DPRD Makassar Susuman Halim atau yang akrab disapa Sugali resmi dilaporkan terkait ujaran kebencian dan pencemaran nama baik.

Legislator Partai Demokrat ini dilaporkan langsung mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto didampingi kuasa hukumnya, Akhmad Rianto di Mapolrestabes Makassar, Kamis (8/8/2019).

“Melaporkan ujaran kebencian. Sebenarnya kalau saya biasa kalau dikritik begitu. Cuman begitu banyak masyarakat mendorong saya untuk memberikan hal-hal positif untuk peristiwa yang bisa buat benturan horizontal,” kata Danny Pomanto usai memberikan keterangan laporannya ke penyidik.

Menurut dia, pernyataan-pernyataan Sugali di salah satu media online ternama di Makassar harus diselesaikan secara hukum. Apalagi menyinggung soal isu SARA.

“PSM dengan suporter lagi merayakan kegembiraan, berusah dibelokkan. Kira-kira begitu dalam butiran kebencian. Ini sebuah rencana jahat yang harus diselesaikan secara hukum apalagi menyinggung sara, ada contoh yang kurang bagus,” papar Danny Pomanto.

“Beliau (Sugali) ini teman baik saya sehingga sangat disayangkan hal itu terjadi. Saya kan tipe fighter kalau sudah masuk (rana hukum) begini kita akan fight terus. Maju terus. Kalau saya biasa dihina, di hoax, Tapi karena ini sudah menyangkut masyarakat,” tandas dia menambahkan.

Tudingan tidak memberikan dukungan terhadap kemenangan PSM Makassar, kata Danny Pomanto, itu termasuk upaya pencemaran nama baik.

Menurut dia, postingan di media sosial bukan menjadi tolak ukur memberikan dukungan terhadap PSM Makassar di babak final Piala Indonesia 2019.

“Saya di rumah kasih turun televisi, nonton laga PSM. Di beberapa group whatsapp saja mendukung kok. Dulu saya ingat PSM sangat-sangat dekat dengan saya, dulu 100 tahun (ultah PSM) itu dibikin di rumah. Dulu ada konflik di rumah diselesaikan,” ujar Danny Pomanto.

“Usulan tentang patung Ramang saya wujudkan dalam pemerintahan saya. Kegiatan F8 selalu libatkan suporter PSM. Tetapi ada orang-orang yang selalu membenturkan saya dengan PSM.
Hanya orang gila saja yang tidak cinta PSM di Makassar. Saya tidak suka over acting, tidak suka mengumbar-umbar,” lanjutnya.

Upaya memberikan support terhadap PSM Makassar diakuinya terpaksa dia bicarakan pasca Sugali mengeluarkan pernyataan tudingan.

“Terpaksa saya harus bicara di sini.
Kalau masalah hasutan-hasutan seperti ini. Kesempatan minta maaf itu tadi malam saya sudah sampaikan,” ucapnya.

Pada pernyataannya di Fajar.co.id, Sugali menuding jika Danny Pomanto satu-satunya di Makassar yang tidak senang dengan kemenangan PSM Makassar di Final Leg kedua Piala Indonesia 2019.

“Bisa saja satu-satunya orang yang tidak bergembira dan bersuka cita atas kemenangan PSM adalah Danny Pomanto. Seharusnya sebagai mantan Wali Kota datang dong,” kata Sugali dikutip dari Fajar.co.id.

“Jangan ujung-ujung dekat Pilkada mau membantu PSM. Memang dipertanyakan jiwa kedaerahannya,” kata Sugali lagi.

Dijelaskan Sugali, PSM Makassar ini adalah kebanggaan Makassar. PSM, kata dia, punya sejarah panjang.

“Siapa yang tidak kenal Ramang yang pernah membela Indonesia. Andaikan Gorontalo yang bertanding, boleh jadi dia ikut menonton memberi support,” tandas Sugali.

Silahkan Berkomentar