Cium Aroma Makelar Tanah, IPPM Pangkep Kawal Pembebasan Lahan Rel Kereta Api

Foto:IPPM Gelar Aksi Unjuk Rasa di Depan Kantor BPN Pangkep, Kamis, (8/8)

SULSELNET.COM, MAKASSAR- Mahasiswa Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Pangkajene dan Kepulauan (IPPM-Pangkep), bersama masyarakat Pangkep menggelaraksi unjuk rasa di dua titik, yakni di Jalan poros sultan hasanuddin dan di depan kantor BPN Kabupaten Pangkep

Mereka menuntut persoalan harga pembebasan lahan rel kereta api yang di anggap terlalu murah dan merugikan masyarakat pemilik tanah.

Diketehui saat melakukan unjuk rasa, terjadi gesekan antara pihak IPPM-PANGKEP dan kepolisian yang turun mengawal aksi di lokasi terbut.

Hal ini mengakibatkan beberapa peserta aksi diseret oleh pihak kepolisian yang mengakibatkan kemacetan cukup panjang di jalan poros sultan hasanuddin.

Ketua umum IPPM- Pangkep, Wahyu Rifki mengaku mencium adanya makelar tanah yang terlibat dalam proyek nasional pembangunan rel kereta api di kabupaten Pangkep. Menurutnya harga yang di tentukan oleh pihak peninjau atau tim aprasial sangat merugikan masyarakat.

“Bahkan mengakibatkan penurunan taraf kehidupan masyarakat dan sangat jauh dari pada harga yang di harapkan, selain itu tim aprasial dianggap cacat secara prosedural yang ada,” ungkapnya seperti rilis yang diterima redaksi SULSELNET. COM, Kamis (8/8/2019).

Sementara itu, salah seorang warga yang ikut dalam unjuk rasa tersebut, Muhajir mengatakan bahwa pihak pembebasan lahan ingkar janji kepada masyarakat.

“kita dulu di janjikan harga tanah seharga 400 ribu. Ternyata yang akan di bayarkan kepada kami itu Cuma 70 ribu bahkan ada yang 40 ribu,” bebernya.

Silahkan Berkomentar