Dianggap Rugikan Warga Makassar? Ini Penjelasan Menohok Dirjen Dukcapil

Foto:Dirjen Dukcapil RI, Prof Zudan Arif Fakrulloh

MAKASSAR,SULSELNET.COM-Menanggapi tudingan dari Guru Besar Fisip Unhas, Prof Armin Arsyad bahwa Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrulloh memutus layanan administrasi kependudukan sehingga dianggap merugikan warga Makassasr, hal itu langsung dibantah.

Menurut Zudan Arif bahwa Prof Armin Arsyad tidak terlalu paham terkait diputusnya layanan administrasi kependudukan di kota Makassar.

 “Prof Armin tidak paham persoalannya. Mengapa jaringan saya putuskan ? Agar masyarakat tidak menjadi korban yang lebih besar. Bila tidak saya beri peringatan ini, maka pj walikota merasa benar dan kadisdukcapil yang diangkat pj walikota akan merasa benar. Padahal itu salah. Kadisdukcapil yang diangkat pj walikota tersebut tidak sah, sehingga semua produk yang diterbitkan oleh kepala dinas tersebut juga tidak syah dan cacat hukum.”ungkap Zudan lewat pesan Wa-nya, Minggu, (25/8/2019).

Layanan yang dimaksud lanjut Zudan, seperti layanan pembuatan Ktp el, kk, akta lahir, surat pindah, akta nikah, akta kematian yang diterbitkan oleh kepala dinas yang baru dilantik oleh pj walikota itu pastinya tidak sah.

” Ini yang tidak saya kehendaki. Saya tdk mau anggaran dukcapil nanti bermasalah, dokuemennya bermasalah karena kepala dinasnya bermasalah. Semoga segera pj walikota memperbaiki tata kelola pemerintahannya sehingga tampak bila yang bersangkutan kompeten,”lanjutnya.

Ditanya soal kapan sistim layanan kependudukan akan diaktifkan kembali,  Zudan mengaku bahwa semua harus menaati aturan yang berlaku dan aturan jangan dilanggar.

“Sampai walikota mentaati uu adminduk. Sampai pejabat yang punya sk mendagri yang menjadi kadisdukcapil. Sampai Bu Puspa kembali ke dukcapil.”pungkasnya.

Silahkan Berkomentar