Pegiat Anti Korupsi: Dugaan Korupsi Broster Diskominfo Makassar Harus Diusut Tuntas

Foto:Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR, (ist)

MAKASSAR, SULSELNET.COM-Pegiat anti korupsi mendesak aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan korupsi pengadaan brosur berbentuk poster (broster) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar.

“Kasus ini sudah ditangani. Jangan sampai jalan di tempat karena persoalan menunggu hasil audit BPKP. Kasus ini harus diusut tuntas,” pungkas Koordinator Badan Pekerja Komite Masyarakat Anti Korupsi (KMAK) Sulselbar, Djusman AR, Jumat (30/08/2019).

Kembali dia menegaskan, demi hukum, BPKP Sulsel wajib merekomendasikan audit yang sifatnya investigatif. Apalagi sebelumnya ada permintaan audit dari penyidik.

“Hal itu tidak bisa ditunda-tunda bahkan menuntut perioritas mengingat perkara korupsi menganut azas cepat dan prioritas. Makna audit investigatif dilakukan untuk menghitung jumlah atau total kerugian, bukan baru mau mencari adanya dugaan kerugian. Sangat berbeda sifat audit evaluasi dan kinerja,” tandas sahabat mantan Ketua KPK, Abraham Samad ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indraatmoko saat dikonfirmasi, enggan memberikan komentar. Sebelumnya dia mengatakan jika kasus ini telah ditangani pihaknya.

Hanya saja masih menunggu hasil audit BPKP Sulsel untuk mengetahui adanya kerugian negara. Pengadaan Broster ini diketahui menelan anggaran kurang lebih Rp1,7 miliar melalui APBD 2017 lalu.

“(Kasus) masih tahap penyelidikan atas laporan masyarakat, sudah berkordinasi dan kerjasama dengan BPKP untuk audit investigasi. Setelah keluar BA (berita acara) bahwa ada kerugian negara baru kita gelar untuk naik ke tahap penyidikan,” ungkap Indraatmoko beberapa waktu lalu.

“Tinggal tunggu hasil audit saja, semua yang terkait sudah kami periksa, PPTK, PPK, bendahara, kontraktor, pokja termasuk kadis,” beber perwira polisi berpangkat dua bunga ini.

DISKOMINFO BANTAH BROSTER KELUAR GUDANG

Kepala Diskominfo Makassar, Ismail Hajiali menampik adanya kabar jika broster tersebut berada di luar gudang. Apalagi disebut jika berada di lokasi penimbangan sebuah perusahaan limbah di pulau Jawa.

Dia mengakui penyidik Polrestabes Makassar telah melakukan cek fisik broster di gudang penyimpanan di Kawasan Pergudangan KIMA Makassar.

“Tidak benar itu (broster) di limbah pembuangan, biar sampul dan isinya tidak sama. Tipikor sudah ke gudang cek fisik broster,” jelasnya.

Dia pun menampik jika Broster tersebut tidak didistribusikan. Meski saat ini masih ada puluhan ribu lembar yang masih tersimpan di gudang.

“(Masih ada) sekitar 30.000 lembar di kawasan KIMA dari 200.000 lembar. Sudah pernah dibadi saat rakorsus di four point beberapa waktu lalu. Setiap event dibagi, habis mi dibagi di kecamatan juga, dulu tidak dibagi karena saat itu dianggap kampanye,” terang Ismail Hajiali.

Silahkan Berkomentar