Iran dan AS Bersitegang, Kemenlu RI Ikut Kwatir

Foto:Demonstran membakar bendera AS dan Inggris selama protes menentang atas tewasnya Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, dalam serangan udara di bandara Baghdad, di Teheran, Iran, 3 Januari 2020. Pemimpin Pasukan Quds Garda Revolusi Iran Jenderal Qassem Soleimani diketahui tewas atas serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat. WANA (West Asia News Agency)/Nazanin Tabatabaee via REUTERS (ist)

SULSELNET.COM-Tewasnya Kepala pasukan elit Quds dari Iran Qassem Soleimani, telah memancing kemarahan besar Tehran hingga muncul trending perang dunia III di internet. Soleimani tewas dalam sebuah serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat pada Jumat, 3 Januari 2019, dekat bandara Bagdad, Irak.

Kematian Soleimani telah membuat situasi di Irak penuh ketegangan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan serangan drone yang menewaskan Soleimani bukan untuk memulai perang dengan Iran. Trump mengakui ia mengesahkan serangan presisi terhadap komandan dinas keamanan dan intelijen Iran karena ia merencanakan serangan terhadap Amerika.

Dikutip dari media Tempo.com bahwa menyusul ketegangan Amerika Serikat – Iran, Kementerian Luar Negeri RI mengutarakan kekhawatiran atas ketegangan situasi di Irak. Kementerian Luar Negeri pun mendesak seluruh pihak agar menahan diri dari segala tindakan yang mungkin hanya akan memperburuk keadaan

“Kami meminta seluruh WNI yang ada di Irak agar selalu berhati-hati dan menghubungi kantor Kedutaan Indonesia di Bagdad,” tulis Kementerian Luar Negeri, Sabtu, 4 Januari 2020.

Ratusan WNI tinggal di sejumlah wilayah di Irak. Sebagian besar adalah mahasiswa, TKI dan WNI yang menikah dengan warga lokal.

Silahkan Berkomentar