Pemerintah Batal Cabut Subsidi Gas Elpiji 3 Kg, Hisawana Migas: Kami Ikut Keputusan Pemerintah

Foto:Tabung Elpiji 3 KG.(ist)

SULSELNET.COM-Kebijakan pemerintah yang batal mencabut subsidi untuk gas elpiji 3 kg turut ditanggapi oleh Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Makassar.

Ketua DPC Makassar, Ir Sukardi Haseng mengatakan keputusan pemerintah yang batal mencabut subsidi gas elpiji 3 kg sudah tepat. Menurutnya, tentu pemerintah akan berpikir dengan baik sebelum mengambil keputusan apalagi menyangkut kepentingan masyarakat banyak.

Meski demikian kata Sukardi bahwa Hiswana Migas sendiri akan selalu ikut dengan keputusan pemerintah. Dia menjelaskan bahwa yang subsidinya ditarik sebenarnya adalah untuk PNS atau masyarakat yang berpenghasilan 1,5 juta/bulan.

“Kami dari Hiswana Migas ikut keputusan pemerintah.
Yang dilarang itu PNS dan masyarakat yg berpenghasilan di atas Rp 1,5 jt / bulan.”kata Sukardi, Jumat, (24/1).

Kembali ia menegaskan jika Hiswana Migas merupakan salah satu organisasi perpajangan tangan dari pemerintah

“Kami hiswana migas adalah perpanjangan tangan dari pemerintah dalam hal ini PERTAMINA. Jadi apapun keputusan pertamina kami ikuti.”Lanjutnya.

Sebelumnya dikutip dari Tempo.co.id bahwa Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa subsidi elpiji tabung tiga kg tidak dicabut, sebagaimana pemberitaan yang beredar di masyarakat.

Subsidi elpiji tiga kilogram tidak dicabut karena sudah ditetapkan dalam APBN. Yang benar, subsidi harus tepat sasaran,” kata Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM Djoko Siswanto dalam rilisnya di Jakarta, Kamis, 23 Januari 2020.

Menurut dia, tepat sasaran yang dimaksud adalah elpiji tiga kg atau biasa disebut “gas melon” diperuntukkan hanya bagi masyarakat miskin, sesuai dengan tulisan yang tertera pada setiap tabungnya.

Terkait hal itulah, lanjut Djoko, saat ini pemerintah melalui Ditjen Migas sedang mematangkan mekanisme distribusi, yaitu skema tertutup.

Melalui distribusi tertutup itulah diharapkan subsidi gas melon bisa disalurkan secara tepat sasaran, yakni hanya diberikan kepada yang berhak yaitu masyarakat tidak mampu.

Sebelumnya, Menteri ESDM Arifin Tasrif juga menegaskan saat ini pemerintah tengah mendata masyarakat yang berhak mendapat elpiji tiga kilogram

Sedangkan bagi masyarakat yang tidak berhak memperoleh subsidi, tetap bisa menggunakan tabung melon, namun dengan harga normal alias tidak disubsidi.

Untuk mencegah terjadinya kebocoran penyaluran subsidi, menurut dia, saat ini juga dilakukan pemutakhiran data penerima subsidi.

Dengan demikian, maka subsidi langsung dapat disalurkan tepat kepada masyarakat yang memang membutuhkan.

Silahkan Berkomentar