Berlakukan PSBK di Makassar, Iqbal Sebut Warga Kurang Mampu Dapat Bantuan

SULSELNET.com – Jumlah positif Covid-19 di Sulawesi Selatan mencapai 178 kasus per 11 April 2020. Sebagian besar berada di Kota Makassar dengan 105 kasus. Bahkan Makassar sudah menjadiepisentrum persebaran Covid-19 di Sulsel.

Maka dari itu, Pemkot Makassar akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Kecil (PSBK) di beberapa kecamatan mulai Ahad (12/4/2020). PSBK rencananya bakal diterapkan di Kecamatan Rappocini, Panakkukang, Tamalate dan Ujung Pandang.

Pj Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengakui warganya tidak disipilin menerapkan self isolation atau isolasi mandiri sebagaimana yang telah dianjutkan. Oleh karena itu dia telah menyiapkan sejumlah langkah taktis untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Salah satu langkah yang diambil oleh Iqbal Suhaeb yakni memaksimalkan peran dan fungsi Ketua RT dan RW serta tokoh masyarakat untuk mengedukasi warganya tentang pentingnya melakukan isolasi diri.

Mengenai pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama isolasi mandiri, Iqbal Suhaeb menyebut telah meminta bantuan Ketua RT dan RW untuk mengidentifikasi dan mendata warga yang kurang mampu. Merekalah yang berhak menerima bantuan.

“Saya minta kepada RT/RW untuk mendata berapa masyarakat di lokasinya itu yang membutuhkan bantuan-bantuan biaya hidup, bantuan sembako misalnya. Karena tidak semua dalam suatu wilayah itu membutuhkan bantuan. Ada juga yang secara ekonomi tidak ada persoalan. Paketnya sendiri itu belum disebutkan berapa jumlahnya. Namun, semua komponen diharapkan bisa ikut untuk membantu,” ungkap Iqbal Suhaeb, Sabtu (11/4/2020).

Khusus untuk orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pemantauan (PDP) dengan gejala ringan, Iqbal menyebut telah berkoordinasi dengan pihak Pemprov agar disiapkan tempat tersendiri.

Menurutnya, isolasi mandiri yang dilaksanakan selama ini tidak efektif. Sehingga pemerintah menyiapkan shelter-shelter untuk menampung warga yang akan mengisolasi.

“Pemerintah menyiapkan tempat untuk yang misalnya dia sudah ODP atau PDP dengan tingkat satu dengan tidak ada penyakit-penyakit kompilkasi yang berat. Tidak ada penyakit berat maka dia akan disiapkan tempat shelter untuk isolasi. Shelter yang disiapkan itu adalah Gedung Diklat Provinsi yang akan disiapkan sebagai shelter,” kata dia. (**)

Silahkan Berkomentar