Blak-blakan, Erwin Haiya: Fee 30 Persen Tak Ada Kaitan Danny Pomanto

SULSELNET.com – Sidang kasus dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan sosialisasi, workshop, penyuluhan, pembinaan, pelatihan, bimbingan teknis pada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan 15 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kecamatan di Wilayah Kota Makassar tahun anggaran 2017 atau dikenal dengan kasus fee 30% kembali digelar.

Kali ini, sidang lanjutan kasus fee 30% yang menyeret terdakwa Hamri Haiya kembali pengambilan pemeriksaan keterangan saksi-saksi, dalam persidangan kali ini, pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sulsel, menghadirkan eks Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Makassar, Erwin Syarifuddin Haiya yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Dihadapan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Daniel Pratu, Erwin menyebutkan tak ada keterlibatan Moh. Ramdhan Pomanto dalam Kasus yang menyeretnya bersama adiknya tersebut meski saat itu Danny Pomanto menjabat sebagai Wali Kota Makassar.

“Ini (Fee 30%) atas inisiasi saya sendiri yang mulia, tidak ada keterkaitan dari Wali Kota saat itu (Moh Ramdhan Pomanto),” ucap, Erwin Syarifuddin Haiya dihadapan persidangan, Kamis (4/6/2020).

Dirinya menyebutkan, sistem penyetoran fee 30% dari seluruh kecamatan di Kota Makassar melalui dua kali penyetoran yang dikelola oleh kedua tersangka Erwin dan Terdakwa Hamri Haiya yang menjabat sebagai camat Rappocini Makassar.

“Penyetorannya para camat melalui saya dan kalau ada di Terdakwa itu hanya saya minta tolong saja kepada terdakwa untuk menerima itu dari camat yang terlambat menyetor kesaya,” tuturnya.

Sementara itu, Moh. Ramdhan Pomanto yang juga turut dihadirkan dalam sidang kasus fee 30% menegaskan dirinya tak mengetahui adanya sistem penyetoran anggaran Sosialiasi sebesar 30%.

“Saya tidak menau soal itu, saya tidak pernah melihat uangnya besar itu waktu perencanaan, kebiasaan saya kalau ada kegiatan yang menggunakan anggaran besar (Milyaran) pasti saya tanyakkan dan minta dijelaskan,” tegasnya.

Terkait tuduhan dirinya menerima setoran fee dari tersangka Erwin Syarifuddin Haiya, dihadapan persidangan. Ia menjelaskan tak pernah menerima setoran tersebut.

Bahkan dirinya menyebutkan pasca dirinya lepas dari masa cuti politik sebagai calon Wali Kota Makassar periode 2018-2023, Ia mengumpulkan camat Se-Makassar yang disaksikan oleh para Kepala satuan perangkat kerja daerah Kota Makassar untuk menjelaskan fee 30% tersebut.

“Saya baru tau soal ini pasca Pak Erwin ditetapkan tersangka dan saya saat itu saya cuti Politik untuk maju kembali, saya juga tau ini dari 3 camat yang menyetor ini dan pas sehari cuti politik saya habis saya kumpulkan semua camat di Kantor Balaikota untuk menjelaskan itu dan saya minta mereka mengaku apakah saya pernah minta uang kemereka, mereka bilang tidak ada,” tutupnya. (**)

Silahkan Berkomentar