Dua Dosen JBSI UNM Latih Siswa Pinrang Membaca dan Menulis Puisi, Rektor UNM: Virus Corona Tak Boleh jadi Penghalang

MAKASSAR, SULSELNET.COM- Dua dosen jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FBS UNM akan melakukan pengabdian di Kabupaten Pinrang.

Bentuk pengabdian yang diberikan yakni Pelatihan Membaca dan Menulis Puisi Siswa SMA Negeri 8 Kabupaten Pinrang.

Dr Mayong Maman selaku koordinator kegiatan mengatakan, program kemitraan masyarakat itu bertujuan memberikan pengetahuan sekaligus pelatihan membaca dan menulis puisi bagi siswa.

Hal ini didasarkan pada permasalahan yang ditemukan berkaitan dengan kurangnya minat dan pengetahuan siswa pada bidang sastra.

“Padahal, sastra menjadi salah satu bagian penting dalam kurikulum pendidikan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia,” kata Mayong dalam keterangan yang diterima wartawan, Minggu (9/9/2020).

Doktor jebolan Universitas Negeri Malang ini mengungkapkan, permasalahan yang ditemukan, antara lain Kurangnya pengetahuan dan skill siswa dalam membaca dan menulis puisi.

Kedua, guru-guru pada SMAN 8 Kabupaten Pinrang memerlukan ahli sastra untuk menambah wawasan siswa terkait sastra, terutama pada kemampuan membaca dan berbicaranya.

“Ketiga kurangnya media siswa untuk berekspresi sehingga terhindar dari hal-hal negatif,” ujar Mayong.

Oleh karena itu, Mayong Maman bersama anggotanya Alfian Tulin menawarkan solusi pelatihan membaca dan menulis puisi bagi siswa.

Selain itu, kata Mayong, dilakukan pula diskusi-konsultasi bagi guru SMAN 8 Kabupaten Pinrang terkait kemampuan literasi siswa.

Melalui pengabdian itu, Mayong menargetkan hasil buku kumpulan puisi siswa ber-ISBN, artikel pada media massa cetak/elektronik, video kegiatan, pengetahuan siswa membaca dan menulis puisi.

“Untuk mencapai tujuan tersebut, tim pengabdi menggunakan strategi kronologis, dengan urutan pelaksanaan yang dimulai dari diskusi, pemberian materi, praktik membaca dan menulis puisi siswa, serta evaluasi hasil praktik,” tandasnya.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UNM, Prof Bakhrani Rauf menuturkan, selaku penanggung jawab, kiranya pengabdian yang dikelola tersebut bisa memudahkan guru-guru dalam merealisasikan pembelajaran.

“Yang terpenting, apa yang dilatihkan akan menciptakan jiwa kompetitif dari para guru-guru dalam menghadapi pandemi covid-19,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Dosen Teknik Sipil tersebut menuturkan, meski dilaksanakan dalam kondisi pandemi kegiatan ini tetap terlaksana. “Sebagaimana arahakan Pak Rektor, kita harus berjalan beriringan dengan virus corona, tidak boleh menjadi penghalang,” cetusnya.

Silahkan Berkomentar