Kembalikan ‘Makassar Tidak Rantasa’, Warga Mamajang Mantap Dukung Danny-Fatma

SULSELNET.com – Seruan kembalikan “Makassar Tidak Rantasa” menyambut kedatangan Fatmawati Rusdi di Kelurahan Parang dan Kelurahan Pa’batang, Kecamatan Mamajang, Rabu (7/10/2020).

Ajakan ini sebagai bentuk memantapkan dukungan kepada pasangan M Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi di Pilkada Makassar. Pasalnya, kebersihan di Kota Makassar saat ini nampak terabaikan pasca Danny Pomanto tidak lagi menjabat wali kota Makassar.

Warga setempat meyakini, lorong-lorong akan jauh lebih tertata bersih dengan keputusan Danny menggaet seorang perempuan, Fatmawati sebagai pasangannya di Pilkada Makassar 2020.

“Hidup perempuan. Sudah saatnya kita punya perwakilan sendiri. Pilihan tepat Pak Danny memilih Bu Fatma. Sejak kami tahu Bu Fatma yang mendampingi Pak Danny, sejak itu juga kami ibu-ibu di sini berkomitmen untuk mendukung pasangan ADAMA’,” kata Rosali, tokoh perempuan setempat.

Sebagai sosok perempuan, katanya, Fatma dapat menumbuhkan kembali budaya-budaya yang saat ini sudah mulai terkikis di Kota Makassar. Seperti budaya lorong yang tidak rantasa’ (kotor).

“Ibu-ibu biasanya lebih peka dan disiplin. Pasti bisa menanamkan kembali budaya membuang sampah pada tempatnya sejak dini. Mulai dari lingkungan terkecil, yakni di setiap lingkungan keluarga di lorong-lorong,” beber Rosali.

Sekadar diketahui, Danny sudah pernah menorehkan sejarah baru bagi Kota Makassar. Di masa kepemimpinannya (2014-2019), Danny sukses membawa Makassar menyabet Piala Adipura tiga kali beruntun dan Piala Adipura tingkat ASEAN.

Rosali mengaku tahu bahwa Danny-Fatma memiliki program yang fokus pada penataan total sistem persampahan serta pembenahan total sistem penanganan banjir dan penanganan kemacetan.

“Jika program ini nantinya dijalankan kembali maka kejayaan Makassar seperti pada saat Pak Danny menjadi Wali Kota Makassar insyaallah bisa terulang kembali. Bahkan jauh lebih baik lagi,” tutup Rosali.

Dalam pertemuan kandidat pasangan nomor urut satu tersebut dengan warga di kelurahan itu dikemas dengan menerapkan protokol kesehatan. Menggunakan masker dan jaga jarak. Kursi yang disiapkan pun hanya berjumlah 40 kursi, sesuai peraturan KPU. (**)

Silahkan Berkomentar