Pasangan Representasi Perempuan, Eks Ketua KOHATI HMI Makassar Dukung ADAMA’

MAKASSAR– Mantan Ketua Umum (Ketum) Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI) Sulselbar, Henny Handayani, kini makin mantap berada di barisan pemenangan pasangan Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) di Pilkada Makassar.

Tak sekadar mendukung, Henny yang juga pernah tercatat sebagai ketua Korps HMI Wati (KOHATI) HMI Cabang Makassar, mengambil peran khusus untuk melakukan kampanye-kampanye positif mengenai sosok pasangan nomor urut 1 itu.

Selama kurang lebih dua bulan, Henny menjadi host di program ADAMA’ Bicara. Program yang mengupas sisi lain dari pasangan berpengalaman tersebut. Mengangkat beberapa angel, lalu di share di media sosial. Seperti di YouTube, group WA, maupun di group facebook dan instagram.

Henny mengatakan, keterlibatannya sebagai penanggung jawab ADAMA’ Bicara, sekaligus penegas keberpihakannya ke satu-satunya pasangan representasi perempuan di Pilkada Makassar 2020.

“Tanggung jawab kita bersama adalah memberikan edukasi langsung kepada warga di kontestasi politik di Makassar. Dan di Program ADAMA’ bicara, kami kemas secara santai, dan mengulas sisi lain kandidat. Mengeksplor juga  apa yang menjadi komitmen dari Danny-Fatma untuk Makassar terus tambah baik,” kata Henny saat ditanya, Minggu (1/11/2020).

Mengenai alasannya mendukung Danny-Fatma, Henny yang juga eks Juru Bicara Syahrul Yasin Limpo-Agus Arifin Nu’mang di Pilgub Sulsel 2012, menuturkan, jika pasangan ini merupakan paket komplit. Saling melengkapi, dan punya pengalaman kepemimpinan  yang tidak diragukan lagi.

“Saya melihat pasangan Danny-Fatma adalah paket komplit. Saya percaya karakter kepemimpinan mereka akan saling menguatkan. Ditambah lagi, pasangan ini merupakan satu-satunya representasi perempuan di Pilkada Makassar,” tambah Henny.

Ia menambahkan, kehadiran Fatma juga menjadi salah satu alasannya kenapa total mendukung pasangan ini. Sebab selama pemilihan langsung di Makassar, belum ada sosok perempuan yang terpilih menjadi walikota maupun wakil walikota. Sehingga Pilkada 2020 menjadi momen yang tepat mendudukkan perempuan sebagai pemimpin.

“Persentase perempuan di Makassar itu ada sekitar 52%. Harus ada perhatian khusus. Baik dalam hal pemberdayaan, maupun memperjuangkan hak dan aspirasi perempuan. Dan paling mengerti tentang itu, tentu adalah pemimpin perempuan. Makanya harapan kita, saatnya ada perempuan menjadi pemimpin. Apalagi, Bu Fatma sudah punya pengalaman tentang itu. Pernah menjadi ketua TP PKK, mantan anggota DPR, dan aktif sebagai pembina di beberapa organisasi keperempuanan,” pungkasnya. (**)

Silahkan Berkomentar