Di Belakang Kantor Kecamatan Ujung Tanah, Suara Rakyat Bergemah Lawan ASN Tak Netral

MAKASSAR – Baru-baru ini, rekaman diduga suara Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Ujung Tanah, Andi Syaiful beredar. Viral di media sosial. Pada rekaman berdurasi 10.22 menit itu, Andi Syaiful sempat menyebut orang nomor satu di Sulsel, Pj Wali Kota Makassar hingga Camat Ujung Tanah.

Terdengar jelas pada rekaman itu, Andi Syaiful memimpin rapat yang sifatnya rahasia. Mengawali pembicaraannya, dia bilang, rapat bersama tenaga kontrak atas intruksi pimpinannya. Andi Unru selaku Camat.

“Saya sengaja tidak pake maik (pengeras suara), saya kumpulkan HP saudara, oleh karena ultimatum yang saya sampaikan ini sifatnya rahasia ini untuk kepentingan kita bersama,” katanya pada rekaman suara itu.

Andi Syaiful lewat rekaman itu pun diduga mengarahkan tenaga kontrak untuk mendukung salah satu pasangan calon (paslon) yang ikut berkontestasi di Pilwalkot Makassar 2020 ini.

Dia bahkan mengancam para tenaga kontrak. Jika tidak mengikuti perintah itu, maka kontraknya tidak lagi diperpanjang. Atau kata lainnya dipecat.

Rekaman suara Sekcam ini pun menjadi perbincangan masyarakat. Seperti yang menjadi kekhawatiran warga Kecamatan Ujung Tanah. Ahmad Haris khawatir pesta demokrasi kali ini akan tercedarai dengan campur tangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Ikut berpolitik praktis.

“Kita dengar baru-baru ini bahwa adanya perencanaan yang terstruktur, massif dan terorganisir. Mengenai penekanan ASN. Kecurangan ini harus ditekan,” tuturnya di hadapan Moh Ramdhan “Danny” Pomanto saat kampanye dialogis berlangsung di Jalan Barukang 3, Kelurahan Patingalloang, Kecamatan Ujung Tanah, Jumat (06/11/2020).

Tidak hanya ke Danny Pomanto, Ahmad Haris yang juga Sekretaris Suara Muda itu berharap kepada masyarakat Barukang. Untuk sama-sama menjaga suara pada saat pemilihan, 9 Desember mendatang.

“Yang kami harapkan kepada masyarakat, pemantauan pada saat di bilik suara. Itu yang menentukan. Walau pun tim bekerja tanpa peranan masyarakat, itu tidak akan menekan yang namanya kecurangan,” harap tokoh pemuda itu.

Danny Pomanto pun mengajak masyarakat untuk sama-sama menjaga pesta demokrasi ini agar berjalan dengan lancar. Apa yang menjadi harapan tokoh pemuda itu, juga dijawabnya secara lantang.

“Saya kira, kita lawan ini. Cara kita melawan bukan saling hantam (kontak fisik). Tapi dengan cara, jaga suara, jaga TPS, dan jaga demokrasi. Kita juga harus lawan dengan kesabaran dan kecerdasan. Dan kita saling baku jaga. Kalau ada apa-apa, lapor. Rekam (video) kalau terjadi apa-apa,” respon calon Wali Kota Makassar bernomor urut satu itu.

Selepas dari Jalan Barukang 3, Danny Pomanto melanjutkan safari potiknya. Di Jalan Sabutung Timur, Kelurahan Patingalloang Baru.

Lokasi kampanye dialogis itu, tepat berada di belakang Kantor Kecamatan Ujung Tanah. Kedatangan Danny Pomanto disambut teriakan Adama (akronim Danny-Fatma) oleh masyarakat setempat yang tetap memperhatikan protokol kesehatan covid19.

Suara masyarakat yang hadir pun bergemah. Menyuarakan perlawanan terhadap ASN yang tidak netral. Itu imbas dari rekaman yang diduga suara Sekcam Ujung Tanah.

“Saya sampaikan kepada seluruh masyarakat yang ada di Ujung Tanah, khususnya RT/RW. Mari kita bersatu untuk melawan kecurangan itu. Kenapa?, ASN itu harus netral,” pungkas H Jubir Dahlan dengan nada tinggi. Selaku Tomas Kelurahan Patingallong Baru. (**)

Silahkan Berkomentar