Alkes Ditemukan, Pelapor Apresiasi Kinerja Kajari Takalar

TAKALAR, SULSELNET.COM — Dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan RSUD Haji Padjonga Daeng Ngalle yang ramai diberitakan beberapa hari terakhir telah menemukan titik terang.

Sebanyak 149 unit Alkes dari total 152 unit yang diduga hilang berdasarkan Hasil Pemeriksaan BPK RI telah ditemukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Takalar dibantu tim dari pihak RSUD H. Padjonga Daeng Ngalle.

Rais Aljihad, selaku pelapor dugaan  korupsi Alkes, memberikan apresiasi kepada pihak Kejasaan Takalar.

Kinerja Kejari Takalar dinilai mampu mengungkap kebenaran dan keberadaan Alkes yang diduga telah merugikan negara itu.

Dalam rilisnya yang diterima Sulsel.net, Selasa (9/3/2021), Rais mengaku melaporkan kasus tersebut ke pihak Kejari Takalar berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksan Keuangan  (BPK RI) sebanyak 152 unit alkes.

Nilainya mencapai 6,6 M yang diduga mengarah kepada kerugian negara.

“Pihak Kejaksaan Negeri Takalar yang dinahkodai Bapak Salahuddin patut diberikan apresiasi karena telah melakukan pemeriksaan secara intens terhadap pejabat yang terkait dengan Alkes tersebut. Bahkan beliau turun langsung mengecek kondisi fisik keberadaan Alkes, yang hasilnya sangat positif, tim kejaksaan dibantu pihak RSUD Pajonga berhasil menemukan alat kesehatan yang sempat kami laporkan,” kata Rais dalam rilisnya, Selasa (9/3/2021).

Aktivis yang dikenal aktif sebagai penggiat anti korupsi ini, juga memberikan apresiasi atas sikap kooperatif dari pihak terlapor sehingga kasus ini bisa menemukan titik terang.

“Kami tentu juga menghargai kinerja Direktur RSUD H. Padjonga Dg Ngalle dan jajarannya yang kooperatif dan bekerja keras untuk menginventarisasi temuan tersebut dan hasilnya tidak sia-sia karena barang tersebut ternyata ada, sehingga dugaan yang kami laporkan tidak benar adanya,” kata Rais.

Ia pun berpesan jika akan tetap mengawal kasus kasus korupsi yang ada secara objektif dan berharap pejabat negara lebih berhati-hati terkait aset milik Negara karena itu dibeli dari uang rakyat.

Sehari sebelumnya Kasipidsus Kejari Takalar, Suwarni Wahab mengungkapkan, kedatangan timnya di RSUD HPDN Takalar untuk melakukan cek fisik terhadap Alkes yang menjadi temuan berulang BPK tersebut.

“Setelah kita cek fisik, sudah kita temukan 149  Alkes dan sesuai yang kita cari. Ada tiga unit Alkes yang tidak kita temukan, ini yang sementara kita telusuri keberadaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD HPDN Takalar, dr Asriadi Ali membenarkan, jika tim penyidik Kejari Takalar melakukan cek fisik terhadap Alkes yang menjadi temuan berulang BPK.

“Total Alkes yang temuan berulang BPK itu sebanyak 152 unit, nilainya Rp6,6 miliar. Nah, sekarang kurang tiga unit dan itu nilainya Rp60 jutaan. Ini yang sementara kami dan tim Kejari Takalar telusuri,” katanya saat memberikan keterangan pers di lantai ll RSUD HPDN Takalar.

“Total temuan tahun 20019 ada 152 Alkes dengan nilai Rp6,6 miliar, tapi sekitar 98% sudah ditemukan oleh tim inventaris RSUD. Temuan itu mulai tahun 2001, tapi Alkes yang tidak ditemukan itu pengadaan tahun 2003. Sisa tiga yang belum temukan, ini yang kami akan telusuri dokumen pengadaan barangnya, dengan membentuk tim telusur yang melibatkan banyak pihak. Semoga bisa secepatnya ditemukan,” tutup Adi

Silahkan Berkomentar