Pejabat Pemkot Tak Setor LHKPN Tak Bisa Ikut Job Fit Calon Kadis

MAKASSAR, SULSELNET.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar berencana melakukan penggeseran pejabat eselon II atau Job Fit pekan depan, tepatnya 19 Mei – 20 Mei 2021.

Hal ini tertuang dalam surat perintah Wali Kota Makassar nomor 800/3022/BKPSDM/V/2021 pertanggal 11 Mei 2021.

Walikota Makassar, Danny Pomanto mengatakan, jika nantinya para peserta job fit harus bebas dari indikasi korupsi.

“Pokoknya harus bebas indikasi korupsi, seperti jujur, telah menyetor LHKPN, jadi yang tidak setor jangan harap bisa ikut, kedua bebas temuan LHP BPK, dan bebas temuan inspektorat,” jelasnya

Untuk teknisnya nanti ada konpresnya Pansel (Panitia Seleksi),” lanjut Danny

Sementara itu, Ketua Pansel Job Fit, Prof Yusran Jusuf mengatakan, nanti akan dilakukan wawancara mendalam, terhadap pejabat eselon 2, untuk mengetahui track record pejabat bersangkutan.

“Jadi kami akan melakukan wawancara mendalam terhadap pejabat eselon 2, untuk mengetahui track recordnya, seperti prestasinya, potensinya, termasuk beberapa hal yang pak wali ingin sebenarnya juga menjadi penekanan, misalnya terkait dengan penguasaan terhadap visi – misi beliau,” ujar Prof Yusran saat melakukan konfrensi Pers di Coffe Lover, Jl Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Senin (17/5/2021).

Meski rencananya akan dilakukan pada 19 Mei 2021 – 20 Mei 2021. Masih ada potensi perubahan jadwal.

“Pelaksanaannya setelah ada rekomendasi KASN, itu paling kita laksanakan 2 hari selesai. Tapi kalau Rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) baru keluar hari Rabu, tentu tidak mungkin lagi dilaksanakan hari itu,” jelasnya.

Lanjutnya, pihaknya telah melakukan teleconfrence dengan KASN.

Sebab ada 2 pejabat yang ditolak, karena berstatus Pelaksana tugas (Plt).

“Ada dua pejabat yang sekarang ini statusnya Plt, yaitu asisten 2 ibu Sittiara dan kepala PTSP Andi Bukti, mereka berstatus plt, krn ada perubahan nomenklatur shg masih berstatus Plt, ini yang kami diskusikan dengan KASN, karena pengertian yang boleh ikut jobfit itu penjabat defenitif eselon 2,” terangnya

“Tadi KASN sangat bagus penjelasannya , dan hasil pertemuan kita akan dia bawa ke rapat besok, untuk dia putuskan, dan Insyaallah hari rabu dia akan bawa rekomendasi apakah dua org ini boleh ikut atau bagaimana,” lanjutnya.

Jadi menurut Prof Yusran, ada potensi perubahan jadwal lelang, jika memang rekomendasi KASN baru diterima Rabu.

Yaitu, mantan Asisten I Pemkot Makassar, Muh Sabri karena kasusnya terkait penyalahgunaan narkoba sedang berjalan di Polrestabes Makassar.

Sementara, untuk mantan Kepala BPBD Makassar M Rusli, dan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Makassar Mukhtar Tahir, yang sudah diberhentikan oleh Walikota Makassar, Danny Pomanto.

Keduanya resmi menyandang status sebagai pejabat non-aktif permanen setelah diperiksa Inspektorat.

Sementara ada dua yang usulannya ditolak oleh Komisi Apartur Sipil Negara (KASN), lantaran telah memasuki masa pensiun.

Keduanya, yaitu Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Taufik Rahman dan Kepala Dinas Pertanahan Manai Shopian.

Sehingga hanya 19 pejabat yang bakal digeser pekan depan.

Yakni, Asisten II Makassar Sittiara Kinang, Kepala Bapenda Irwan Adnan, Kepala Balitbangda Nielma Palamba, Kepala Bappeda Andi Hadijah Iriani, Kepala Disdukcapil Aryati Puspasari Abady.

Kemudian, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sri Susilawati, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Irwan Bangsawan, Kepala Diskominfo Ismail Hajiali, Kadis Koperasi Evi Aprialti, Kadis Pariwisata Rusmayani Madjid, Kadis PPPA Andi Tenri.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Achmad Hendra, Kepala DPM-PTSP Andi Bukti Djufri, Kepala Dinas Perdagangan Andi Muhammad Yasir, Kepala Dinas Perhubungan Mario Said.

Kepala Dinas Perpustakaan Andi Siswanta Attas. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Fathur Rahim, Kepala Inspektorat Zainal Ibrahim, dan Kepala Satpol PP Iman Hud. (**)

Silahkan Berkomentar