Disdag Makassar Awasi Spekulan Pasar

MAKASSAR, SULSELNET.COM – Untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional dan modern di Kota Makassar, Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar masifkan pemantauan dan pengawasan ke sejumlah pasar. Operasi pasar ini dilaksanakan menyasar oknum pedagang nakal.

Kepala Disdag Makassar, Arlin Ariesta mengatakan, pemantauan dan pengawasan ke pasar-pasar dilaksanakan sebagai langkah mengendalikan harga bahan pokok. Apalagi dengan mengetahui ada empat komoditas pangan mengalami fluktuasi secara signifikan.

“Ada empat komoditas pangan mengalami fluktuasi secara signifikan. Yaitu, telur ayam, minyak goreng, daging ayam dan paling naik adalah cabe rawit. Ke empat jenis itu mengalami kenaikan secara nasional mencapai 130 persen.” jelas Arlin Ariesta saat ditemui di ruangan kerjanya, Selasa (4/1/2022).

Dari rilis hasil pantauan Disdag Makassar di sejumlah pasar tradisional per tanggal 27 Desember 2022, harga cabai rawit dikisaran harga Rp87 ribu per kilogramnya, telur ayam ras Rp48 ribu per rak, daging ayam Rp33 ribu per kilogram dan minyak goreng kemasan sederhana Rp20 ribu per liter.

Harga tersebut 25 persen lebih tinggi di atas harga ecereran tertinggi (HET) atau harga acuan pembelian (HAP) yakni sebesar Rp11 ribu per liter.

Dia menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng dipicu oleh kenaikan harga minyak sawit mentah di tingkat pasar global. Begitu pun dengan cabai rawit dipicu faktor cuaca buruk yang mengakibatkan penurunan produksi cabai.

Guna menekan kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, Disdag Makassar telah berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menggelar operasi pasar di sejumlah wilayah Kota Makassar menindak distributor nakal yang kedapatan melakukan monopoli pasar terkait harga dan distribusi komoditas pangan.

“Operasi pasar bekerja sama dengan Perum Bulog dan kepolisian untuk turun ke pasar-pasar. Kami tidak segan melakukan tindakan terhadap distributor terbukti dengan sengaja bermain harga. Jika kedapatan sanksinya bisa pencabutan izin usaha bahkan penjara.” tukasnya. (Ilho)

Silahkan Berkomentar