Kota Makassar Segera Uji Coba E-KTP Digital Pakai QR Code

MAKASSAR, SULSELNET.COM – Penerapan KTP elektronik bentuk digital segera diuji coba di Kota Makassar di tahun ini. Desainnya, e-KTP tidak lagi berbentuk fisik. Melainkan Quick Response (QR) Code yang dapat disimpan di telepon seluler.

Uji coba e-KTP digital ini sudah menjadi rencana program digitalisasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Dan khusus di Kota Makassar sudah menjadi bagian dari 50 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang bakal melakukan uji coba.

Plt Kepala Disdukcapil Makassar, Aryati Puspasari Abady mengatakan ada beberapa persyaratan. Namun yang terpenting adalah kabupaten/kota yang sudah masuk dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat.

Hanya saja, Puspa mengaku jika dirinya belum tahu pasti. Itu terkait kapan uji coba tersebut bakal dilangsungkan.

“Saya belum tahu, informasinya langsung dari Ditjen Dukcapil atau Kemendagri yang menentukan. Tetapi rencananya tahun ini. Apalagi Makassar masuk dalam 58 SIAK Terpusat, jadi insyaallah Makassar masuk,” jelasnya belum lama ini.

Kemudahannya, kata dia, tidak ada lagi yang namanya lupa KTP. Kecuali jika lupa handphone otomatis sama sekali tidak bisa lantaran tersimpan perangkat itu.

Saat bepergian, masyarakat juga bisa menggunakan handphone lantaran dalam bentuk QR Code. Kemudahan lain, seperti penerbangan tidak perlu lagi mengeluarkan KTP fisik untuk konfirmasi.

“Ini discan saja, ditapping. Jadi cepat mendeteksinya. Selanjutnya, meminimalisir KTP palsu. Banyak kita dengar ada penyalahgunaan KTP pemalsuan dan sebagainya sehingga diyakinkan itu asli,” ucap Puspa.

Menurutnya, ada banyak kemudahan dengan KTP digital. Loncatan teknologi oleh Ditjen Dukcapil, kata Puspa, mengikuti perkembangan zaman sehingga memudahkan adanya digital ID ini.

“Penerapannya bertahap karena jumlah penduduk yang banyak di Makassar,” ungkapnya.

Nantinya pelayanan untuk digital ID pun lewat daring sehingga tidak mengharuskan masyarakat ke kantor. Pelayanan satu akses, seluruh Indonesia mengakses satu link.

“Iya, nanti lihat bagaimana mekanismenya. Kan belum diimplementasikan, paling tidak pasti ada hal baru dalam pelayanan di Dukcapil,” ujarnya.

Dukcapil, ujarnya, menghindari banyaknya warga yang ke kantor untuk mengurus berkas-berkas. Di samping masih masa pandemi juga akan membuat kemudahan pelayanan hanya dengan mengakses melalui internet. (Rls)

Silahkan Berkomentar