Dosen dan Mahasiswa PWK Unismuh Sosialisasikan Mitigasi Bencana di Desan Tamasaju

MAKASSAR, SULSELNET.COM – Desa Tamasaju, Kecamatan Galesong Utara, Kabupaten Takalar, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa program studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu (8/1/2022), untuk mensosialisasikan mengenai penataan ruang sebagai upaya pengurangan risiko bencana dan memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait pentingnya tata ruang dalam mencegah dampak bencana abrasi yang kerap terjadi di Desa Tamasaju.

Baca: Bertemu Tokoh Masyarakat Buntusu, Camat Tamalanrea Ingatkan Pentingnya Menjaga Prokes

Tidak itu saja, Ketua Tim Pelaksana PKM, Firdaus juga menyebut jika kegiatan PKM ini untuk memberikan peta administrasi dan peta rawan bencana abrasi.

“Selain mengedukasi masyarakat kami juga melakukan pemasangan papan informasi bencana di beberapa titik rawan bencana abrasi serta melakukan bersih bersih pantai sebagai bentuk tindakan nyata. Hal ini untuk mendorong masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan, sadar tata ruang dan memahami tindakan mitigasi,” ujar Firdaus.

Baca: Sukseskan Program ADAMA, Lurah Bitowa Bersama Warga dan KWT Garnita Siapkan Lokus Lorong Wisata

Firdaus menambahkan, untuk mengurangi dampak serta kerugian pasca abrasi pantai dan banjir, diperlukan mitigasi dengan melakukan penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana oleh masyarakat melalui sosialisai penataan ruang sehingga masyarakat dapat mengantisipasi kerugian serta kerusakan yang ditimbulkan apabila terjadi bencana di Wilayahnya.

“Melihat tingginya potensi ancaman abrasi pantai dan banjir, serta pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk di Wilayah Pesisir Desa Tamasaju, maka diperlukan upaya penanggulangan abrasi pantai dan bencana banjir yang berbasis pada aspek penataan ruang berdasarkan karakteristik bencana yang telah terjadi,”  kata Firdaus.

Sementara itu, Abdul Azis, Kepala Desa Tamasaju, turut mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Prodi PWK Unismuh Makassar, diharapkan sosialisasi ini dapat memberikan informasi kepada masyarakat.

Baca: Salah Satu Warganya Disandera, Danny Yakin Pemerintah Pusat Turun Tangan

“Kami berharap pengetahuan dan kemampuan masyarakat tentang aspek tata ruang dalam mitigasi bencana dapat meningkat,” sambung Abdul Azis.

Kepala Desa Tamasaju berharap perhatian pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten dapat memperhatikan dampak kerusakan permukiman warga yang rusak akibat bencana abrasi yang setiap tahun terjadi. Terlebih Desa Tamasaju yang mempunyai potensi pariwisata bahari dan pusat kegiatan perikanan melalui keberadaan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang dimanfaatkan juga sebagai lokasi wisata kuliner. (Rls)

Silahkan Berkomentar