Dosen UNM Gelar Pelatihan Shalat Khusyuk di Kabupaten Majene Sulbar

MAKASSAR, SULSELNET.COM- Dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM) melakukan Program Kemitraan kepada Masyarakat (PKM) terpadu tentang pelatihan shalat khusyuk di Kabupaten Majene, Sabtu, 28 Mei 2022 lalu.

Kegiatan tersebut merupakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2022 di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Makassar (UNM) kantor pusat.

Pelaksanaan PKM tersebut berlangsung di Desa Leppangan, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat dan diikuti oleh para jamaah Masjid Al-Mujahid Desa Leppangan. Dengan mengusung tema “Pelatihan Shalat Khusyuk Bagi Majelis Taklim Kabupaten Majene Sulbar”

Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Fatkhul Ulum, Lc., M.A. yang beranggotakan Sitti Mutmainah, S.Ag., M.Ag. sebagai Anggota 1 dan Fauziyah Bachtiar, S.Pd.I., M.Pd.I sebagai anggota 2 yang semuanya merupakan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab FBS UNM.

Ketua tim pelaksana Dr. Fatkhul Ulum, Lc., M.A. menjelaskan betapa pentingnya shalat yang khusyuk bagi seorang muslim.

“Kegiatan pelatihan shalat khusyuk ini sangatlah penting khususnya bagi seorang muslim, karena Khusyuk dalam shalat ibarat ruh dalam jasad. Jasad yang ditinggal oleh ruhnya, maka jasad itu menjadi mati, sehingga tiada berguna lagi. Orang yang shalat banyak, tapi sangat sedikit yang bisa khusyuk,” jelasnya.

Selain itu dirinya juga mengungkapkab bahwa menghadirkan hati untuk senantiasa mengingat Allah di dalam shalat bukanlah perkara yang mudah. Tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan, hanya butuh pemahaman, latihan, kemauan serta usaha dan kesungguhan. Apalagi di zaman ini, khusyuk merupakan perkara yang sangat langka dan mahal, karena ia sangat cepat hilang dalam hati seseorang, dan ia adalah perkara pertama yang akan hilang dari umat ini sebagaimana disebutkan didalam sebuah hadis.

“Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas ibadah shalat mitra, yang selama ini merasakan sulitnya menghadirkan khusyuk didalam shalatnya yang disebabkan karena belum memahami hakikat khusyuk dan cara menghadirkannya didalam shalat,” ungkapnya.

Kegiatan ini mendapatkan respon positif dari para peserta pelatihan ditandai dengan adanya beberapa pertanyaan terkait dengan perkara khusyuk dan tata cara shalat yang benar.

Terakhir, ia menambahkan ucapan terima kasih kepada Prof. Dr.H. Husain Syam,.M.TP., IPU., ASEAN. Eng. selaku Rektor UNM yang telah memberikan rekomendasi pelaksanaan kegiatan pelatihan ini.

”Kami juga ucapkan terima kasih kepada Bapak Prof. Dr. Ir. H. Bakhrani A. Rauf, M.T. selaku Ketua LP2M UNM yang telah memberi kesempatan kepada kami untuk melakukan pelatihan shalat khusyuk ini,” pungkasnya.

Silahkan Berkomentar