Lestarikan Budaya, Dua Dosen UNM Latih Siswa Membaca dan Menulis Aksara Bima di NTB

MAKASSAR, SULSELNET.COM–Universitas Negeri Makassar kembali melaksakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Namun, program yang rutin dilakukan kampus pencetak guru ini mencatatkan sejarah tersendiri karena perdana dilaksanakan di luar provinsi Sulawesi Selatan.

Dua dosen Fakultas Bahasa dan Sastra UNM, yakni Muhammad Alfian Tuflih, S.S., M.Pd. dan Dr. Mayong, M.Pd. melatih siswa membaca dan Menulis aksara Bima di SMK Negeri 1 Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada tanggal 24 Mei 2021 lalu.

Muhammad Alfian selaku ketua tim PKM UNM di Kota Bima menyatakan bahwa kegiatan pelatihan membaca dan menulis aksra Bima penting dilakukan karena aksara tersebut adalah warisan budaya di Kota Bima, NTB. Selain itu kata dia, membaca dan menulis adalah keterampilan berbahasa yang wajib dikuasai oleh siswa.

Membaca dan menulis merupakan dua dari empat keterampilan dasar Bahasa Indonesia yang perlu dimiliki oleh siswa. Sementara Aksara Bima merupakan salah satu karya budaya yang memiliki banyak fungsi. Salah satu fungisnya adalah sebagai media siswa untuk menyalurkan ekspresinya,” jelas Muhammad Alfian.

Pelatihan membaca dan menulis aksara Bima yang dilakukan oleh dosen UNM tersebut mendapat perhatian khusus dari sejumlah pegiat budaya di Kota Bima, seperti Alan Malingi, Kepala Museum ASI Bima dan Dr. Syukri Abubakar, M.Ag., peneliti aksara Bima dan Ketua STIT Sunan Giri Bima. Bahkan, kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Kota Bima, Bapak Drs. Syafruddin.

Kegiatan positif ini sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan, apalagi siswa butuh materi seperti ini,” harap Syafruddin.

A. Haris, S.Pd., salah guru di sekolah tersebut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut Haris, kegiatan seperti ini sangat penting dilakukan untuk melestarikan kearifan lokal.

“Siswa seharusnya belajar bahasa daerah karena ini merupakan warisan budaya”, pungkasnya.

Silahkan Berkomentar