Tanggapi Tudingan Hamzah Hamid, Dewan Komando: Jangan Hanya Koar-Koar Pahami Dulu Tugas Batalyon 120

Dewan Komando Batalyon 120 Makassar, Alim Bachri.

MAKASSAR, SULSELNET.COM – Menanggapi tudingan anggota DPRD Kota Makassar, yang dilontarkan Hamzah Hamid terkait pernyataanya disalah satu media online, kamis (12/05/2022), yang menyebutkan ‘Komunitas Batalyon 120 Pemkot Dinilai Tak Ampuh Tekan Kekerasan di Makassar’ ditanggapi langsung oleh dewan komando batalyion 120.

Tudingan itu dinilai tak perlu diberikan reaksi yang serius, sebab kata Alim Bahri salah satu dewan Komando Batalyion 120, segala sesuatu yang baik yang dilakukan dengan baik akan menuai Kontroversi.

“Apa yang dikatakan salah satu anggota DPRD makassar itu, kami dari dewan komando batalyion 120 hanya melihat bahwa hal ini tidak perlu untuk diberikan reaksi yang serius karena sesunghuhnya dalam segala hal baik ketika kita ingin membentuk hal baik tersebut pasti akan menuai kontorversi,”ujar Halim kepada redaksi Sulselnet.com, Sabtu (14/05/2022).

Cuman ada hal yang perlu disayangkan, kenapa? Karena kami berharap ketika ada pernyataan yang di lontarkan anggota DPRD itu memberikan edukasi tersendiri bagi anak-anak muda, perlu kita ketahui disini batalyion 120 komposisinya adalah anak-anak muda yang ada dikota makassar yang dulunya berpotensi melakukan tindakan kriminal di jalanan,” sambungnya.

Menurutnya apa yang dilontarkan Hamzah Hamid tidak berbasis data.

“Nah sementara yang dilontarkan Hamzah Hamid ini tidak berbasis data. Coba dia bandingkan data angka tidakan kriminal sebelum terbentuk dan setelah terbentuknya batalyon 120. Harusnya Hamzah Hamid menggali data, dan ketika ditemukan data angka kriminal jalanan meningkat kami sepakat dikatakan
Kami tidak efektif melakukan penekanan terhadap kriminal jalanan,” ujarnya.

“Untuk bapak Dewan Hamzah Hamid yang terhormat disini saya sampaikan sedikit data sebelum terbentuk Batalyon 120 itu ada 30 titik tindakan kriminal seperti tawuran dan sekarang hanya tersisa hanya 3 titik itupun tidak berkepanjangan,” lanjutnya.

Bahkan Alimpun menjelaskan beberapa kejadian kriminal yang terjadi akhir-akhir ini di Kota Makassar merupakan tindakan yang sifatnya Kondisional dan Insidensial.

“Jangan juga dikatakan ketika ada kejahatan kriminal dijalanan langsung dipersepsikan bahwa Batalyon 120 gagal dalam melaksanakan tanggung jawab, itu salah, sebab kita Batalyon 120 selalu menyampaikan bahwa kita tentu tidak akan mampu menghindari kejahatan kriminal sebab sifatnya kondisional dan insidensial,” tuturnya.

“Seperti kejadian adanya penebasan diKecamatan Tamalate itu sifatnya kondisional. Sementara Batalyon 120 hadir untuk tidak memperpanjang persoalan – persoalan yang melibatkan banyak orang yang berpotensi terjadinya perang kelompok atau tawuran. Inilah yang perlu diluruskan,” Jelas Alim

“ini bapak Hamzah Hamid mencoba mengkritiki kami tapi belum pernah mau berkomunikasi dengan kami bagaimana dan seperti apa itu tugas dan tanggung jawab Batalyon 120, hanya koar-koar dimedia tpi belum tau Batalyon 120 dibentuk untuk apa dan apa program Batalyon 120, pungkas Alim. (**)

Silahkan Berkomentar