Dua Model Operasi Pasar Pemkot Makassar Kendalikan Inflasi

MAKASSAR – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto sudah menyiapkan dua model Operasi Pasar untuk mengendalikan angka inflasi di Makassar.

Danny mengatakan pihaknya memiliki 10 mobil inflasi di pasar dan 144 Kontainer Terpadu (Konter) untuk menggelar operasi pasar di permukiman.

“Kami sudah berunding akan bikin dua model. Pertama di pasar dan kedua di permukiman. Di pasar kita punya 10 mobil inflasi dan kita dikali lipatkan. Kedua di permukiman di 144 Konter itu,” kata Danny usai mendampingi Pj Gubernur Sulsel mengecek harga sembako di Pasar Toddopuli, Kamis (30/11/2023).

Dalam operasi pasar itu, lanjut dia, timnya fokus pada komoditi yang cenderung naik sehingga mengantisipasi.

“Jadi sebelum naik kita sudah potong di situ,” lanjutnya.

Dia menegaskan bahwa pihaknya pastinya kompak dan mengumpulkan semua kekuatan untuk menyatukan kebijakan antara Pemkot Makassar dengan Pemprov Sulsel.

Pun dia mewanti-wanti harga terutama pada bulan Desember ini adanya momen hari raya juga kebutuhan meningkat. Apalagi masuk juga masa kampanye Pilpres.

Pj Gubernur Sulsel Bachtiar Baharuddin mengatakan pengecekan harga-harga sembako di pasar dalam rangka mengantisipasi perkembangan harga memasuki momentum Hari Raya Natal dan Tahun Baru.

Dari pengecekan, jelas Bahtiar, bahwa secara umum harga-harga bahan pokok di Makassar terkendali. Hanya sedikit saja kenaikan seperti Ikan Kembung karena banyak dijual ke pulau-pulau lain termasuk ke Jawa.

Naiknya sekira Rp15 ribu per kilogramnya. Yang lain cukup stabil. Apalagi ada tim dari Bulog dan Pemkot Makassar sudah menyiapkan beberapa langkah menghadapi ini.

Begitu pun dengan cabai naik yang masih menyentuh Rp 80 ribu per kilogramnya. Olehnya meminta seluruh Pemda se-Sulsel agar menstabilkan harga ini.

“Saya minta kepada seluruh Pemda kita harus kompak menghadapi Natal dan Tahun Baru. Juga turun mengecek harga di pasar-pasar dan mengambil langkah dan mengendalikan harga,” pesannya.

Silahkan Berkomentar